Artikel 20 Oktober 2026 / sysadmin / 4 menit baca

Waspada Influenza: Kenali Gejala dan Cara Mencegah Penularannya

#Bojonegoro #Rsud Kepohbaru #Influenza
Waspada Influenza: Kenali Gejala dan Cara Mencegah Penularannya

Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap influenza menyusul peningkatan aktivitas virus influenza di Indonesia pada akhir September 2026. Meskipun demikian, masyarakat diimbau tetap tenang dan menerapkan langkah pencegahan untuk mengurangi risiko penularan.

Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada 10 Oktober 2026, proporsi spesimen positif influenza di fasilitas pelayanan kesehatan primer mencapai 56% pada minggu ke-39 tahun 2026, turun dari 60% pada minggu sebelumnya. Angka tersebut merupakan hasil pemeriksaan spesimen dalam surveilans, bukan persentase penduduk Indonesia yang terinfeksi influenza.

Data tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga kesehatan dan mengenali gejala influenza, terutama bagi kelompok yang berisiko mengalami komplikasi.

Mengenal Influenza dan Gejalanya

Influenza merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza. Penyakit ini dapat menular melalui partikel pernapasan yang keluar ketika seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara. Risiko penularan dapat meningkat ketika berada dalam jarak dekat atau di ruangan tertutup dengan ventilasi yang kurang baik.

Gejala influenza umumnya muncul secara mendadak, meliputi demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, nyeri otot, sakit kepala, dan tubuh terasa lemas. Gejala influenza dapat menyerupai infeksi saluran pernapasan lainnya sehingga pemeriksaan tenaga medis diperlukan apabila kondisi mengkhawatirkan.

Kelompok yang Perlu Lebih Waspada

Sebagian besar orang dapat pulih dari influenza, tetapi pada kelompok tertentu penyakit ini berisiko menimbulkan komplikasi yang lebih serius. Kelompok tersebut meliputi:

  1. Anak-anak di bawah lima tahun, terutama anak yang masih kecil.
  2. Lansia, yang lebih berisiko mengalami komplikasi akibat perubahan fungsi sistem kekebalan tubuh.
  3. Ibu hamil, yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami influenza berat.
  4. Penderita penyakit kronis, seperti diabetes, penyakit jantung, penyakit paru, dan gangguan ginjal.
  5. Orang dengan daya tahan tubuh lemah, termasuk mereka yang menjalani pengobatan tertentu yang menekan sistem kekebalan tubuh.

Kelompok tersebut disarankan berkonsultasi dengan tenaga medis apabila mengalami gejala influenza. Vaksinasi influenza tahunan juga dapat dipertimbangkan sesuai kondisi dan anjuran tenaga kesehatan.

Cara Mencegah Penularan Influenza

Pencegahan dapat dimulai melalui kebiasaan sederhana yang diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

1. Menjaga kebersihan tangan

Cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, terutama setelah batuk atau bersin, setelah beraktivitas di tempat umum, dan sebelum makan.

2. Menerapkan etika batuk dan bersin

Tutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau siku bagian dalam ketika batuk dan bersin. Buang tisu ke tempat sampah dan bersihkan tangan setelahnya.

3. Menggunakan masker ketika sakit

Orang yang mengalami batuk, pilek, atau demam dianjurkan menggunakan masker saat berada di sekitar orang lain, terutama ketika mengunjungi fasilitas pelayanan kesehatan. Hindari kontak dekat dengan kelompok rentan.

4. Beristirahat di rumah saat mengalami gejala

Batasi aktivitas di luar rumah ketika sedang sakit untuk mengurangi risiko menularkan infeksi kepada orang lain. Kembali beraktivitas setelah kondisi membaik dan demam hilang setidaknya selama 24 jam tanpa obat penurun demam, dengan tetap menerapkan tindakan pencegahan tambahan.

5. Menjaga sirkulasi udara

Pastikan ruangan memiliki ventilasi yang baik dan hindari terlalu lama berada di tempat padat serta tertutup, khususnya ketika sedang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan.

6. Menjaga daya tahan tubuh dan mempertimbangkan vaksinasi

Konsumsi makanan bergizi seimbang, istirahat cukup, dan lakukan aktivitas fisik sesuai kemampuan. Vaksinasi influenza tahunan dapat membantu mengurangi risiko influenza dan komplikasinya, terutama pada kelompok berisiko.

Kapan Harus Memeriksakan Diri?

Segera cari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas, nyeri dada, penurunan kesadaran, tanda dehidrasi, atau kondisi yang semakin memburuk. Pada anak, tanda bahaya juga dapat berupa kesulitan bernapas, sulit dibangunkan, atau tidak mampu minum.

Jangan menggunakan antibiotik atau obat antivirus tanpa arahan tenaga medis. Antibiotik tidak dapat mengatasi infeksi virus influenza, sedangkan penggunaan obat antivirus perlu mempertimbangkan kondisi pasien dan penilaian klinis.

Bersama Cegah Penularan Influenza

RSUD Kepohbaru mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Kebiasaan mencuci tangan, menggunakan masker saat sakit, menjaga ventilasi ruangan, serta mengenali tanda bahaya merupakan langkah penting untuk melindungi diri dan orang-orang di sekitar kita.

Apabila mengalami gejala yang mengkhawatirkan atau kondisi kesehatan memburuk, segera kunjungi fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Cegah penularan influenza, lindungi diri dan keluarga.

Sumber referensi:

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Laporan Pengawasan Kasus Influenza dan COVID-19, 10 Oktober 2026: https://surkarkes.kemkes.go.id/ringkasan-kasus/40/2026
  2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, informasi mengenai influenza dan pencegahannya: https://kemkes.go.id/